Minggu, 04 Juli 2010

Kamis, 13 Mei 2010

Rhesus

Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.

Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan.

Selasa, 09 Februari 2010

I Love my Mom




Setelah melihat video itu baru ku sadari,
Betapa berharganya ibu bagiku Dia segalanya bagiku
Bahkan mungkin ku tak akan bisa begini kalau tak ada beliau
Begitu banyak kesalahan yang telah ku perbuat padanya
Baik yang ku sadari maupun yang tak kusadari
yang membuatnya sedih, kecewa, bahkan mungkin menyesal punya anak aku Aku nggak tau apa yang harus kulakukan untuk membalas ini semua Ku tak bisa mengembalikan semua jasa-jasanya yang telah ia curahkan padaku Disamping ibu, masih banyak orang yang slalu memotivasiQ, yang slalu mencurahkan kasih sayangnya kepadaQ. Ayah, kakak, dan teman-teman makasih ya dah mau membagi waktu dan semua yang kalian miliki untukQ. Makasih atas semua dorongan dan motivasi yang kalian berikan kepadaQ.... Mak'e...... Pak'e.... Mbak Chi.... thanks for all....